Entries for September, 2004

September 14, 2004
Ironi
Posted at 07:07 AM

Sabtu kemarin SCTV menayangkan Titian Kasih tentang kondisi anak2 kosare irian yang kesusahan untuk sekolah. Susah karena lokasi sekolah yang jauh sekitar 3 km dari tempat tinggal, tuntutan harus membantu orang tua dan tak punya buku untuk belajar. Miris sekali, waktu melihat satu ruangan sekolah yang diisi oleh 99 orang anak yang mayoritas telanjang, tak bersepatu, berperut buncit, namun begitu mereka tetap semangat mengikuti pelajaran yang diisi oleh satu2nya guru disekolah itu. Dulu ada beberapa guru tapi kabur entah kemana. Jarang murid yg mempunyai buku tulis, karena untuk membeli buku harus kekota wamena yang jarak tempuhnya 5 hari berjalan kaki. Duh..kasian ngeliatnya..
Tertegun, Kemanakah larinya pembangunan indonesia selama ini, kemanakah uang negara dibelanjakan, mengapa beberapa daerah masih saja ada yg hidup telanjang dan terbelakang sekali. Padahal negeri itu kaya sekali akan tambang tembaganya. Tetapi yang terjadi bukannya dibantu, malah kita jadikan bahan tertawaan dalam guyonan suku asmat irian.

Disaat kita bolos karena malas bangun untuk sekolah atau kuliah, disana mereka dengan semangat harus berjalan kaki menuruni bukit sepanjang 3 km untuk sekolah..
Disaat kita menghamburkan2 uang 500 ribu hanya untuk sekedar menonton 1 jam konser mariah carey, disana mereka kebingungan tak punya uang hanya untuk membeli 1 buku tulis..
Sungguh ironi Indonesiaku..


September 19, 2004
Yang Pergi
Posted at 11:17 PM

Selang 17 hari kemarin benar2 pukulan berat, aku harus kehilangan 2 penghuni kamar yg dulu acap bersua dan menyapa dalam satu rumah. Yang satu pergi dalam usia tua 80-an, namun yang satu dalam usia muda 28 thn.

Memang kematian adalah pemusnah cita2 dan angan2 paling ampuh. Berapa banyak rencana dalam hidup seseorang, namun pasti kandas oleh kematian. Berapa banyak kerja keras untuk karir yg lebih baik, namun ditengah jalan pupus oleh kematian. Berapa banyak tenaga dan waktu habis untuk mendapatkan uang lebih banyak, lagi2 kalah oleh kematian. Orang bilang tidak adil, tapi apa mau dikata, karena itu sudah digariskan. Walau hal itu pasti terjadi, namun kadang kita pura2 melupakan seperti tidak pernah akan mati. Perjalanan menuju cita2 kita lakukan siang malam, sibuk sekali, sampai tak ada waktu tersisa untuk persiapan kematian, kalau pun ada, terkadang hanya sekadarnya saja dan tidak berkualitas bahkan kadang dilakukan sekedar formalitas. Hingga suatu saat kita tergugah oleh kematian teman, saudara, kerabat yg mati muda.

Al-Ghazali berkata "Kepergian untuk menyambut kehidupan setelah
kematian telah dekat masanya sementara umur yang tersisa sangat
sedikit dan manusia pun melalaikannya".

Surat Al-Mukminun 112-115 :
112. Allah bertanya: "Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?"

113. Mereka menjawab: " Kami tinggal (di bumi) sehari atau
setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung."

114. Allah berfirman: "Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui".

115. Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?

*Selamat jalan..



herik
Muslim, Send an Instant Message  ym: her1k
View my complete profile

Arsip
Blog Temen-temen
Liputan Jalan-Jalan
Friends
Sites Visited
free hit counter


CREDITS:
Tagboard currently supported by myshoutbox, online user by fastonlineusers, picture by photobucket, uploadit and counter by statcounter.

JADWAL SHOLAT