Entries for December, 2004
December 1, 2004We are the Whiners (Senang Mengeluh) Posted at 04:02 PM Dapet dari email fwd temen.. ===================== Rasanya kita semua tidak kenal dengan orang yang bernama Jean-Dominique Bauby, kecuali Anda perempuan dan berbahasa Perancis atau suka membaca majalah bernama Elle. Ia pemimpin redaksi Elle. Tahun 1996 ia meninggal dalam usia 45 tahun setelah menyelesaikan memoarnya yang "ditulisnya" secara sangat istimewa dan diberinya judul Le Scaphandre et le Papillon (The Diving Bell and the Butterfly). Tahun 1995 ia terkena stroke yang menyebabkan seluruh tubuhnya lumpuh. Ia mengalami apa yang disebut 'locked-in syndrome', kelumpuhan total yang disebutnya 'seperti pikiran di dalam botol'. Memang ia masih dapat berpikir jernih tetapi sama sekali tidak bisa berbicara maupun bergerak. Satu-satunya otot yang masih dapat diperintahnya adalah kelopak mata kirinya. Jadi itulah caranya berkomunikasi dengan para perawatnya, dokter rumah sakit, keluarga dan temannya. Mereka menunjukkan huruf demi huruf dan si Jean akan berkedip bila huruf yang ditunjukkan adalah yang dipilihnya. "Bukan main", kata Anda. Ya, itu juga reaksi semua yang membaca kisahnya. Buat kita, kegiatan menulis mungkin sepele dan menjadi hal yang biasa. Namun, kalau kita disuruh "menulis" dengan cara si Jean, barangkali kita harus menangis dulu berhari-hari. Betapa mengagumkan tekad dan semangat hidup maupun kemauannya untuk tetap menulis dan membagikan kisah hidupnya yang begitu luar biasa. Ia meninggal 3 hari setelah bukunya diterbitkan. Jadi, "Berapapun problem dan stress dan beban hidup kita semua, hampir tidak ada artinya dibandingkan dengan si Jean!" Apa yang ditulisnya di memoarnya itu? "I would be the happiest man in the world if I could just properly swallow the saliva that permanently invades my mouth". Bayangkan, menelan ludah pun ia tak mampu . Jadi kita yang masih bisa makan bakmi, ngga usahlah Bakmi Gajah Mada, indomie yang Rp 500 saja, seharusnya sudah berbahagia 100 kali lipat dibanding si Jean. Kita bahkan senantiasa mengeluh, setiap hari, sepanjang tahun. We are the constant whiners.Apa lagi yang dikerjakan Jean di dalam kelumpuhan totalnya selain menulis buku? Ia mendirikan suatu asosiasi penderita 'locked-in syndrome' untuk membantu keluarga penderita. Ia juga menjadi "bintang film" alias memegang peran di dalam suatu film yang dibuat TV Perancis yang menceritakan kisahnya. Ia merencanakan buku lainnya setelah ia selesai menulis yang pertama. Pokoknya ia hidup seperti yang dikehendaki Penciptanya, 'to celebrate life', to do something good for others. Jadi, betapapun kemelutnya keadaan kita saat ini, mereka yang sedang stress berat, mereka yang sedang berkelahi baik dengan diri sendiri maupun melawan orang lain atau anggota keluarga, mereka yang sedang tidak bahagia karena kebutuhan hidupnya tidak terpenuhi, mereka yang jalannya masih terpincang-pincang karena baru saja terinjak paku, mereka yang sedang di-PHK, saya yakin kita masih bisa menelan ludah. Semoga kita semua tidak terus menjadi whiner, pengeluh abadi, manusia yang sukar puas. Kata orang bijak, "Think and Thank", berfikirlah dan kemudian bersyukurlah. |
December 14, 2004
Di Pertigaan Lampu Lalulintas Posted at 10:51 AM Hari itu terik dan panas. Motorku terus melaju sampai kemudian berhenti pertigaan lampu merah dekat pasar glodok. Terlihat seorang kakek tua dengan tertatih-tatih pelan menyeberangi zebra cross. Kasihan sekali melihatnya, badannya kurus yang tinggal hanya kulit pembungkus tulang. Dalam helmku, mataku terus menatap langkah2 kaki rapuh itu. Pikiranku mulai menerawang membayangkan jikalau aku adalah dia sikakek tua. Bagaimanakah perasaanku saat itu, apakah aku sedang bahagia? kemudian apa yang membuat aku bahagia? kenangan masa mudaku kah? Kalau misalnya aku sedang sedih, kemudian apa yang aku tangisi? kenangan masa mudaku jugakah? Tiinnt!!.. mikrolet dibelakangku tiba2 membunyikan klakson, ohh..lampu sudah hijau. Aku pun terus melaju ke arah Mangga Dua. Sahabat masih ada waktu Untuk kau dan aku Menghitung dosa-dosa lalu Lantas membasuhnya kembali menyinar Menghiasi taman-taman kasih Masih ada waktu bagi kita Mengikis coreng-coreng mazmumah Dan mengutip kuntuman mahmudah Menghiasi kamar hidup ini ....... ...... (anugerah-selagi ada hayat) Ketika Amal Berbicara Selagi Ada Hayat - Anugerah |
December 15, 2004
Buku Posted at 07:45 AM sebuah buku menyuruhku berlari untuk selamatkan dunia jika tidak dunia akan mati oh buku.. bagaimana aku bisa hatiku ingin aku mengikutimu tapi tubuhku serasa mati susah payah kucoba gerakan satu persatu seperti apa katamu kucoba gerakkan bagian yang itu seribu alasan dia menolakku katanya aku takkan mampu kucoba gerakkan bagian yang ini dia mencemoohku katanya aku hanya buang-buang waktu oh buku.. berbusa-busa mulutmu menyuruhku cepat pergi namun kuhanya diam terpaku termenung melihat perintahmu dalam lubuk hati kutangisi diri kutangisi ketidakberdayaanku begitu lemahnya aku oh buku..jangan pergi hanya kaulah satu-satunya teman tiada teman seperti dirimu kau buat malam-malamku begitu indah saat semua pergi terlelap kau memilih tinggal disampingku sabarlah sesaat saat habis masa pertapaanku kan kubuat kau terharu melihatku tidak seperti yang dulu ku'kan terbang tinggi bukan lagi berlari (malam-malam bersamanya,14des04) |
December 15, 2004
Learning Formula Posted at 04:07 PM ![]() The shortest path to empowering knowledge Sebenarnya tuh artikel dah lama, dulu pernah baca, lumayan buat nambah2 elmu ![]() |
December 15, 2004
Tabrakan Beruntun Posted at 11:43 PM Malam tadi, sekitar pukul 20.40 sehabis pulang dari Hall Badminton Palmerah, terjadi kemacetan yang tak biasa di jalan Tanjung Barat arah ke Depok. Pengendara yang sering lewat jalan ini, pasti jarang sekali menemukan kemacetan. "Ada apa nih, gak seperti biasanya" dalam hatiku bertanya. Tanpa pikir panjang, kulaju terus motorku menyusuri lorong2 sempit jalan berharap menemukan biang kemacetan sebenarnya. "Apa tuh !?" kerumunan orang terlihat memenuhi sisi jalan diseberang Stasiun Tanjung Barat. Motorku semakin mendekat, hingga pandanganku terpaku pada darah kental yang berceceran disisi jalan "Yaayyy..apa nih!? pasti tabrakan". Sambil melaju, mataku tak henti2nya melirik kearah kerumunan itu, berharap bisa melihat apa yang terjadi. Tapi akhirnya motor terus kulaju, karena kalau berhenti pun aku tak tahan melihat sikorban, apalagi setelah melihat darah2 tadi. Melihat pemotongan hewan kurban saja aku ngeri, apalagi manusia yang sama2 satu spesies. Walau sudah meninggalkan TKP, motor sengaja kulaju pelan berharap ada pengendara lewat yg sebelumnya sempat berhenti diTKP. Ah itu dia bebek merah, rasanya tadi aku sempat liat dia disana. Settt... sibebek langsung kukejar, setelah posisi sejajar, sambil melaju langsung kusapa, berikut petikan wawancara dengan saksi mata : SBH (Si Bebek Hitam) : "Mas ada apa disana? tabrakan ya ?" SBM (Si Bebek Merah) : "iya, ada dua orang mau nyebrang ketabrak" SBH: "Meninggal gak?" SBM: "Apa?" masing2 motor mulai merapat dan menyesuaikan kecepatan SBH: "(membuka masker) Meninggal gak?" SBM: "Iya dua2nya meninggal, tabrakannya beruntun, udah ketabrak sekali, trus ditabrak lagi sama mobil belakang, yang nabrak pertama kabur" SBH: "Innalilahi.." SBH: "saya duluan yaa.." SBM: "yokk.." Kulaju kendaraanku meninggalkan sibebek merah. Perhatian buat para penyebrang! - Hati2 kalau mau nyebrang, sebelum menyebrang tengok kiri-kanan - Sabar! menunggu hingga benar-benar aman - Kalau ada mobil/motor melaju kencang tapi jaraknya bikin bimbang untuk menyeberang, lebih baik menunggu!, cobalah situasikan diri anda saat itu sebagai pengemudi, pada jarak segitu, apakah anda ingin diganggu oleh penyeberang!? apakah anda dapat mengontrol kendaraan jikalau sipenyebrang benar2 nekat lewat!? Perhatian buat pengendara motor (buat yg jarang make dijalan2 jakarta) - Santai aje! awal ngantor dulu,gw pernah bikin rekor2an waktu tempuh depok-slipi, hari pertama 40 menit, hari ke2 30 menit, sampai beberapa hari hingga akhirnya nyadar itu semua gak ada gunanya, yang didapat hanya kepuasan sesaat, ujungnya bikin badan pegel & capek, gara2 keseringan maen gas + rem, sama kepala pusing mikir nyalip sana-nyalip sini, akhirnya sering diklaksonin mobil & motor karena nyerobotnya gak kira2. - Kalo mo' nyalip, dianalisa dulu nih mobil/motor tendensi arahnya mo' kemana dan kecepatannya gimana, jangan maksa nyalip kalo hasil analisa menyatakan terlalu berbahaya untuk nyalip. - Kalo berhenti didepan mobil, dan ingin pindah jalur disebelah, lihat2 dulu! sabar! jangan langsung pindah! tungguin motor/mobil yg mau lewat sampai ada celah kosong, trus pelan2 arahin motor masuk ke celah tersebut. - Jangan ngebut kalo lagi melaju diantara2 mobil yang lagi kena macet. Karena bisa aja ada pengendara motor dari track lain, tanpa lihat kiri kanan langsung memotong track anda. - Jangan emosi, kalo emosi bawaan motor jadi kurang terkendali dan possibilitas terkena kecelakaan besar Memang ini perkara kecil tapi taruhannya nyawa. Sayang'kan kalo ketabrak, siapa tau kalau masih hidup bisa jadi Presiden ![]() |
December 29, 2004
bye :-) Posted at 01:01 PM Cengar-cengir sebelum cabut.. ![]() Jangan ditanya kemana aku pergi.. |
December 30, 2004
Aceh Posted at 02:46 AM Merinding.. terperangah.. begitu menyaksikan banjir yang begitu besar hasil rekaman video amatir diMetro TV sore tadi. Air tiba2 menjadi keruh dan begitu menyeramkan, menyapu deras segala apa yang ada. Dalam sekejap ribuan mayat bergelimpangan dan ribuan orang histeris kebingungan mencari sanak keluarga. Beberapa hari Indonesia menangis, namun jangan lupakan hikmah & intropeksi dari kejadian. Setelah kejadian ini.. Indonesia cepat2lah tobat, rajin2lah mensyukuri nikmat agar tak diadzab, rajin2lah bahu membahu cegah kemungkaran! jangan diam saja, hapus segala maksiat.. malu gw hidup dinegeri muslim tapi banyak maksiat, tiap hari televisi acaranya gak bener (mistis, goyang dangdut erotis, klip2 musik jorok, tayangan pamer udel2, sinetron gak mutu obral paha, aktor/aktris abg2 smp/sma yang berisik, Huekk.. padahal masyarakatnya mayoritas muslim gitu loh!, adakah tayangan mendidik seperti drama oshin? ), cegah korupsi, hapuskan pasar maksiat dvd/vcd glodok, dll. Bisa jadi musibah Aceh adalah karena kita yang sering berperilaku menyimpang dan kurang mensyukuri nikmatNya. “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan : “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmatku) maka sesungguhnya azab-ku sangat pedih”. (Q.S Ibrahim :7) Turut berduka sedalam2nya untuk saudara2 diAceh. |
. Jadi kita yang masih bisa makan bakmi, ngga usahlah Bakmi Gajah Mada, indomie yang Rp 500 saja, seharusnya sudah berbahagia 100 kali lipat dibanding si Jean. Kita bahkan senantiasa mengeluh, setiap hari, sepanjang tahun. We are the constant whiners.

