Entries for December, 2006
December 10, 2006IIWAS 2006 - Yogyakarta Posted at 02:02 PM in Jalan Jalan Hallo djogdja.. inilah kedua kalinya saya jalan-jalan dan presentasi di propinsi ini. Seharusnya saya pergi hari selasa karena jadwal presentasi saya hari Rabu. Namun karena 3 tiket terlanjur dibelikan untuk hari minggu (dua tiket untuk bapak IB & MSH yang mempunyai jadwal presentasi hari Senin), akhirnya saya pergi juga minggu itu. Selama di jogja, kami menginap di wisma kagama yang terletak tak jauh dari gapura UGM. Bagi teman-teman yang mempunyai keuangan terbatas namun ingin mendapatkan fasilitas bagus, mungkin bisa memilih Wisma Kagama sebagai tempat menginap. Rate menginap per harinya Rp.150.000 dengan fasilitas twin bed (2 kasur), breakfast, air panas, AC, TV dan telepon. Anda perlu mengeluarkan Rp 50.000 bila menginginkan kasur tambahan. Tempatnya lumayan bersih, ada musholla, lobby, sepeda gratis untuk keliling2 jogja dan tidak sulit bila ingin mencari tempat makan diluar Wisma. Abang becaknya pura2 cool
Tak jauh dari wisma, berdiri sepasang gapura UGM yang lumayan artistik. Gapura UGM ini tambah indah kalau sudah malam hari. Gapura UGM dimalam hari tulisan 'G'nya kurang rapet ke kanan hehe.. Siang itu, sehabis cek-in, pak MSH mengajak makan nasi kucing karena hari minggu kantin UGM tutup. Awalnya saya masih mikir2, tapi karena keburu lapar akhirnya saya makan juga. Kurang tau juga kenapa dinamakan nasi kucing, mungkin karena porsinya yang sedikit, dibalut daun pisang & koran, dan sambal ikan teri didalamnya. Ada juga yang bilang ini makan angkringan (bener gak?). Sayang saya lupa untuk memfoto abang dan angkringannya. Conference IIWAS kali ini dilaksanakan di Universitas Atmajaya. Jogja. Disana saya bertemu dengan pak ZAH dan teman2 dari berbagai negara. Gedung Universitas Atmajaya Atmajaya ini punya aula yang cukup bagus untuk acara welcoming speech oleh tuan rumah dan komite IIWAS. IIWAS welcoming ceremony Pada sore harinya, univesitas ini benar-benar memanjakan tamunya. Para mahasiswanya berkeliling megitari meja peserta (diluar gedung) sambil membawa hidangan gratis. Ada sate, soto ayam, cendol, nasi bungkus, es kelapa, es sirup, dll (lupa) Sebenarnya saya duduk diantara bapak2 ini Sebenarnya pada hari kedua saya mempunyai kesempatan untuk makan malam gratis di candi prambanan, namun karena satu dan lain hal akhirnya voucher dinner tak jadi saya pakai. Bapak IB &MSH pun tak ikut, karena mereka keburu pulang selasa pagi. Voucher makan yang gak dipake
Akhirnya hari ketiga pun tiba, yeaa.. inilah hari yang sangat dinanti-natikan karena saya sudah rindu dengan keluarga dirumah (emak, bapak, dll). Pukul 13.00 - 15.00 merupakan jadwal cas cis cus saya diruang IIWAS2. Sesi itu adalah sesi terakhir dan kemudian dilanjutkan dengan penutupan IIWAS. Penutupan IIWAS 2006 |
December 26, 2006
Dr. Abdullah Yusuf Azzam Posted at 08:16 PM 24 November, 18 tahun Islam. Seorang tokoh pejuang Islam menghadap Allah swt dengan begitu indahnya. Syaikh Abdullah Azzam, siapa yang tidak pernah mendengar nama itu? Hampir setiap Muslim yang memperhatikan kondisi dunia Islam di tahun 80-an pasti mengenal nama dan sosok Abdullah Azzam dengan baik. Dia adalah simbol jihad Afganistan saat mengusir pasukan beruang merah Rusia. Dan kini, hampir 18 tahun berlalu, namanya masih lekat dikenang dalam hati para pejuang Islam di dunia. Meski, label gembong teroris juga dikaitkan dengan namanya, namun siapapun yang mengetahui kondisi perjuangan jihad Afganistan ketika itu, tak pernah terbetik sedikitpun bahwa Abdullah Azzam adalah seorang teroris. Bahkan sebaliknya, ia adalah pejuang sejati yang begitu tinggi kasih sayangnya kepada kaum Muslimin. Beberapa waktu lalu, sejumlah tokoh mengingatkan tentang peringatan syahidnya tokoh jihad Afganistan itu. Salah seorang muridnya yang kini tinggal di Mesir, bercerita tentang Abdullah Azzam, saat beliau sedang melakukan perkemahan. Pada suatu acara semua yang mengikuti mukhayyam itu di perintahkan oleh komandan lapangan. "Kalian berlarilah mengelilingi lapangan ini sebanyak yang kalian bisa" ujar komandan lapangan. Semua peserta perkemahan berlari. Namun setelah beberapa putaran, sudah ada yang menyerah, dan mereka yang menyerah beralasan bahwa "Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya (2: 286), inilah yang saya mampu", Begitu pula orang-orang yang menyerah selanjutnya, mereka selalu beralasan dengan ayat ke 286 di surat Al-Baqarah tersebut, dan yang sisa pun semakin banyak yang menyerah, sampai tinggal Abdullah Azzam sendiri, beliau terus berlari mengelilingi lapangan tersebut, sampai akhirnya beliau pingsan. Dan setelah sadar beliau ditanya oleh komandan lapangan "Mengapa anda berlari sampai pingsan begini, kan sudah saya bilang bahwa anda berlari semampu anda", lalu Abdullah Azzam menjawab "inilah yang saya mampu, sesuai yang anda perintahkan" Yang dimaksud oleh Abdullah Azzam adalah makna sebenarnya dari "Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya", bahwa perintah harus dijalankan sesuai isinya. Di sisi lain, upaya apapun harus dilakukan dengan upaya yang optimal di batas kemampuan seseorang. Itulah salah satu pelajaran yang diberikan Abdullah Azzam. Selanjutnya (eramuslim.com) |